Thursday, June 16, 2011

Lucky E.L.F part 4

`eun yo pov
Kemarin adalah hari yang paling indah yang pernah aku lalui, aku senang karena bisa bertemu dengan idolaku. Idola yang selama ini aku dambakan, idola yang selalu aku bela dari para antisnya, idola yang selalu aku dukung pastinya. Mereka lengkap dengan 15 member, kejadian kemarin menjadi lebih menyenangkan karena aku dan mi hi sudah pernah dan kenal dengan henry oppa sebelumnya. Saat kami sedang liburan di China berdua dan kaka kami masing-masing. Waktu itu jae hyoon pergi ke italy dengan keluarganya. Di China tidak sengaja kita berdua bertemu dengan henry oppa di pasar malam terkenal di China. Henry oppa dan mi hi mudah sekali berkomunikasi karena mereka berdua mengerti bahasa mandarin, sedangkan aku berbicara dengan bahasa inggris dengan henry oppa.
“mi hi ah, bangun, jae hyoon udah kesel tuh.” Ucapku membangunkannya. “mmmm.” Responnya singkat. “cepat bangun dan sarapan, lalu tidur lagi.” Ucapku lagi. “aku ga lapar, nanti aja makan siang.” Jawabnya sambil terus tidur. “parli, jae hyoon udah manyun-manyun.” Jelasku. “aihhh.” Ucapnya singkat dan akhirnya bangun. Diapun masuk ke kamar mandi kamarnya, mencuci mukanya dan menggosok giginya.
`mi hi pov
Ini hari minggu, tapi kenapa harus bangun pagi seperti ini. “cha~ ayo makan.” Ucap eun yo yang baru datang ke meja makan bersamaku, dia baru datang karena menungguku untuk keluar kamar. “ne, aku makan.” Ucapku. Jonghoon oppa yang duduk di sebelahku menyenggol sikutku dan memberi signal bahwa jae hyoon sedang marah. “aihhhh, jae hyoon ah berapa usiamu?!” ucapku kesal. Jonghoon oppa menginjak kakiku keras karena kesal padaku. “aaa! Sakit!” teriakku. Jong hoon oppa memberiku signal lagi untuk meminta maaf pada jae hyoon. “hhhh, jae hyoon, mianhae. Semalam aku mengerjakan tugas, jadi aku baru bangun. Mianhada.” Ucapku panjang. “aku ga marah.” Ucapnya tanpa melihat kearahku. “aihhh aku udah diinjek sama jonghoon oppa, kamu ga kasian apa?” ucapku, dan lagi-lagi jong hoon oppa menginjak kakiku kini lebih keras. “ya! Jinjja apa!” ucapku dengan nada tinggi. Dia hanya terus memakan rotinya. “jae hyoon ah, mainhae.” Ucapku lagi. “aku ga marah mi hi~.” Ucapnya sekarang melihat kearahku walau hanya sebentar. “baiklah kalau ga marah, aku akan kembali tidur.” Ucapku lalu berdiri. “choi mihi! Habiskan makananmu!” ucap jae hyoon dengan nada tinggi. “tuh kan marah! Ayolah~ mianhae.” Ucapku sambil aegyo*astaga*. “habiskan dulu makananmu.” Perintah jae hyoon. “wah~ uri mi hi eonni takut dengan uri jae hyoon eonni.” Ucap eun yo datar. “ya! Bantu aku minta maaf malah ngeledek!” ucapku emosi. “hhhh.” Suara jae hyoon menahan tawanya. “ah tertawa! Tidak marah berarti! Aku makan~.” Ucapku dan eun yo berbarengan. “kan aku bilang aku ga marah!” jae hyoon membela diri. “ishhh ini tempat makan bukan ngobrol!” gerutu jong hoon oppa, sambil nerusin makan. Aku dan eun yopun menutup mulut agar ga kena omelan meja makannya jong hoon oppa.