Friday, December 30, 2011





Hi ELF, here I am asking your assistance to help Super Junior. the way is to vote them in http://kpopwave.joinsmsn.com/starranking/star_ranking_vote.aspx .they were already too far behind. let's make them the first again! let's make Leeteuk oppa's dream come true! ELF come on! WE MUST HELP THEM!





Thursday, December 22, 2011

Lucky E.L.F part 7


`mi hi pov
Hatiku resah saat melihat ke jam tanganku, sekarang sudah menunjukan hampir pukul 9.00 pagi. “siapa yang mengambil raportmu?” tanya mitha padaku yang duduk di sebelahnya sekarang. “entahlah.” Ucapku singkat. “tidak ada orang yang ada di Indonesia?” tanyanya lagi. “ada,tapi hanya 1. Tapi nomor undangan kita bertiga sama.” Ucapku resah. “tenanglah, aku yakin pasti ada yang mengambilnya tepat waktu.” Semangatnya. “terima kasih.” Ucapku singkat. Aku terus resah dan bimbang apakah ada yang mengambil raportku hari ini, atau aku harus mengambilnya di lain waktu. “mitha, aku ke ruang guru untuk memanggil wali kelas kita.” Ucapku pada mitha yang sedang sibuk dengan buku undangan. Dia hanya tersenyum dan mengangguk. Di Indonesia, tepatnya di kelas, aku hanya dekat dengan mitha karena hanya dialah yang mengerti aku.

Sunday, November 13, 2011

Lucky E.L.F part 6


-dirumah-
`jong hoon pov
“igeum mwoya?” tanyaku ketika mereka bertiga memberikanku sebuah undangan secara serempak. “an bo yeoyo? Keu jeodae!” ucap mi hi. “ara! Nae maleun..” “keurom, mueoseul mueoga?” ucapnya memotong ucapanku. “maksudku untuk apa?!” ucapku dengan nada tinggi. “untuk mengambil raport.” Ucap jae hyoon padaku. “ah, ara. Haruskah aku buka?” tanyaku pada mereka semua. “tentu!” ucap mereka serempak. “oke, yang pertama. Nae yeobo,” ucapku sambil tersenyum pada jae hyoon, dia juga ikut tersenyum padaku. “hajiman, jeon-e naega cheos kiseu!” ucapku ketika sudah hampir mengeluarkan undangannya. “ne? Oppa a~ buka dulu.” Rengeknya. Aku hanya menyodorkan pipiku untuk dicium olehnya. “pali kisseu!” suruh mi hi. “ahhh jinjjayo.” Keluh jae hyoon. “wae? Kamu ga mau nyium aku?” tanyaku. “ah ani. Ada mereka di sini.” Ucapnya pelan. “hahahaha ada-ada saja.” Ucapku sambil mengacak-acak rambutnya. “wae? Ada masalah dengan kita berdua?” gerutu eun yo. “ah ani, sudah di buka, nomor berapa?” tanya jae hyoon antusias. “cheos beonjjae.” Ucapku setelah melihat undangannya. “jinjjayo?” tanya jae hyoon tidak percaya. “ne, lihatlah.” Ucapku melihatkan undangannya. “wah~ chukkae!” ucap eun yo dan mi hi berbarengan. “ah~ gamsahabnida.” Ucap jaehyoon lega. “oke, du beonjjae, so eun yo ssi.” Ucapku sambil melihat kearah eun yo yang duduk di depanku di sebelah mi hi. “nomor berapa?” tanyanya antusias. “cheos bonjjae ddo!” ucapku ketika melihat itu juga 1. “jinjjayo? Ah gamsahagoo.” Ucapnya lega. “chukkadeuribnida~!.” Ucap jae hyoon dan mi hi berbarengan. “cha, sudah. Selamat malam!” ucapku lalu bangun dari dudukku. “mwoya? Aku belum!!” protes mi hi. “ah kau juga bagi raport?” ucapku memanasinya. “aihhh!! Cepatlah!” gerutunya lagi. “omo sasib-o.” Ucapku dengan muka kaget. “kojitmala! Murid di kelasku Cuma 40!” protesnya lagi. “hahahaha, cheos bonjjae ddo.” Ucapku sambil tertawa. “mwo?” tanyanya heran. “wae? Haengbokhaji?” tanya jae hyoon. “kalau kita bertiga pertama, jong hoon oppa ngambilnya gimana?” ujar mi hi. “ah itu bisa aku atur.” Jawabku santai. “sasil eung? jojiamyeonjuui!” ujar mi hi. “ara!!” ucapku yakin. “sudah sudah. Sudah malam. Tidur!!” ucapku menyuruh mereka masuk ke kamar masing-masing. “oppa jaljayo~”
 ucap jae hyoon dan mencium bibirku kilas sebelum masuk ke kamarnya. “jalja~” ucapku padanya. “ohok ohok ohok.” Eun yo batuk dengan sengaja. “mwoya?!” gerutuku. “ani~, aku batuk hahaha. Jalja~~.” Ucapnya riang.