Sunday, November 13, 2011

Lucky E.L.F part 6


-dirumah-
`jong hoon pov
“igeum mwoya?” tanyaku ketika mereka bertiga memberikanku sebuah undangan secara serempak. “an bo yeoyo? Keu jeodae!” ucap mi hi. “ara! Nae maleun..” “keurom, mueoseul mueoga?” ucapnya memotong ucapanku. “maksudku untuk apa?!” ucapku dengan nada tinggi. “untuk mengambil raport.” Ucap jae hyoon padaku. “ah, ara. Haruskah aku buka?” tanyaku pada mereka semua. “tentu!” ucap mereka serempak. “oke, yang pertama. Nae yeobo,” ucapku sambil tersenyum pada jae hyoon, dia juga ikut tersenyum padaku. “hajiman, jeon-e naega cheos kiseu!” ucapku ketika sudah hampir mengeluarkan undangannya. “ne? Oppa a~ buka dulu.” Rengeknya. Aku hanya menyodorkan pipiku untuk dicium olehnya. “pali kisseu!” suruh mi hi. “ahhh jinjjayo.” Keluh jae hyoon. “wae? Kamu ga mau nyium aku?” tanyaku. “ah ani. Ada mereka di sini.” Ucapnya pelan. “hahahaha ada-ada saja.” Ucapku sambil mengacak-acak rambutnya. “wae? Ada masalah dengan kita berdua?” gerutu eun yo. “ah ani, sudah di buka, nomor berapa?” tanya jae hyoon antusias. “cheos beonjjae.” Ucapku setelah melihat undangannya. “jinjjayo?” tanya jae hyoon tidak percaya. “ne, lihatlah.” Ucapku melihatkan undangannya. “wah~ chukkae!” ucap eun yo dan mi hi berbarengan. “ah~ gamsahabnida.” Ucap jaehyoon lega. “oke, du beonjjae, so eun yo ssi.” Ucapku sambil melihat kearah eun yo yang duduk di depanku di sebelah mi hi. “nomor berapa?” tanyanya antusias. “cheos bonjjae ddo!” ucapku ketika melihat itu juga 1. “jinjjayo? Ah gamsahagoo.” Ucapnya lega. “chukkadeuribnida~!.” Ucap jae hyoon dan mi hi berbarengan. “cha, sudah. Selamat malam!” ucapku lalu bangun dari dudukku. “mwoya? Aku belum!!” protes mi hi. “ah kau juga bagi raport?” ucapku memanasinya. “aihhh!! Cepatlah!” gerutunya lagi. “omo sasib-o.” Ucapku dengan muka kaget. “kojitmala! Murid di kelasku Cuma 40!” protesnya lagi. “hahahaha, cheos bonjjae ddo.” Ucapku sambil tertawa. “mwo?” tanyanya heran. “wae? Haengbokhaji?” tanya jae hyoon. “kalau kita bertiga pertama, jong hoon oppa ngambilnya gimana?” ujar mi hi. “ah itu bisa aku atur.” Jawabku santai. “sasil eung? jojiamyeonjuui!” ujar mi hi. “ara!!” ucapku yakin. “sudah sudah. Sudah malam. Tidur!!” ucapku menyuruh mereka masuk ke kamar masing-masing. “oppa jaljayo~”
 ucap jae hyoon dan mencium bibirku kilas sebelum masuk ke kamarnya. “jalja~” ucapku padanya. “ohok ohok ohok.” Eun yo batuk dengan sengaja. “mwoya?!” gerutuku. “ani~, aku batuk hahaha. Jalja~~.” Ucapnya riang.

`author pov
“selamat malam. Bangun pagi besok bagi raport!” ucap ketiga sahabat itu berbarengan. Mereka pun tidur di kamar masing-masing. Besok mereka harus bangun lebih awal dari biasanya. Besok adalahhari yang sangat penting untuk mereka. Hari dimana pembagian raport berlasngsung. Mungkin ini adalah hal yang biasa saja bagi orang-orang. Tapi bagi mereka, pembagian raport sangatlah istimewa. Apa lagi untuk jae hyoon. Besok raportnya akan di ambil oleh orang yang di cintainya.
-pagi hari-         
“ngggggg,” gumam mereka bertiga ketiga mulai bangun. “ah bagi raport!” ucap mereka langsung ingat akan pembagian raport hari ini. “ah! Telat. Andwae!!” gumam mereka di kamarnya masing-masing. Dengan terburu-buru mereka langsung masuk ke kamar mandi kamar mereka dan pergi mandi dengan terburu-buru. Di luar, jong hoon sudah bangun lebih awal. Dia tahu bahwa akan terjadi saat seperti ini. Mereka pasti akan sangat terburu-buru untuk hari ini. Karena itu, jong hoon bangun lebih awal hari ini, dan membuatkan mereka sarapan walau hanya selembar roti dan segelas susu coklat kesukaan mereka.
Mereka sudah selesai dengan segala yang harus mereka pakai dan bawa ke sekolah. Mereka keluar kamar dengan bersamaan, saling melihat satu sama lain dan berkata. “ah! Sudah!” ucap mereka kompak walau sebenarnya itu tidak di sengaja. Jong hoon yang melihatnya hanya tersenyum dengan kelakuan 3 yeoja yang berada di depannya sekarang ini. “makan dulu!” perintah jong hoon pada 3 yeoja yang sedang sibuk memakai sepatunya masing-masing. “aku makan di mobil.” Ucap mereka bertiga berbarengan sambil mengambil roti dan susu yang ada di meja makan. Eun yo dan mi hi langsung keluar dengan roti di mulut dan susu di tangannya. Jae hyoon berpamitan ke jong hoon terlebih dahulu. “oppa, aku berangkat lebih dulu. Pembagian raport pukul 9. Jangan lupa. Annyeong!” ucap jae hyoon pada jong hoon sambil mengecup bibir jong hoon kilas. “arraseo. Berangkatlah, jangan sampai di tinggalkan.” Ucap jong hoon pada jae hyoon. Jae hyoon hanya tersenyum pada jong hoon lalu pergi berlali mengejar eun yo dan mi hi yang sudah keluar lebih dahulu. Fikiran jae hyoon sudah tidak enak, dia merasa bahwa 2 sahabatnya itu sudah pergi meninggalkan dia. “ahhh~” gumam jae hyoon lega. Dua sahabatnya itu masih berada di depan lift, masih menunggu lift. Tidak lama jae hyoon datang, liftpun tiba di lantai mereka. Karena ini masih sangat pagi, liftpun masih renggang.
`jae hyoon pov
“ahhh~.” Gumamku tak jelas. “wae?” ucap mi hi dengan mulut yang penuh dengan roti. “ani.” Ucapku senang. “ah, waso. Kajja!” ucapku pada mereka berdua. Kami bertigapun masuk ke dalam lift dan turun ke lantai 1 karena mobil kami sudah menunggu di bawah. Ini masih sekitar pukul 5.30 pagi hari, tapi kami sudah terburu-buru karena takut terlambat datang ke sekolah. Walau hari ini pembagian raport, tapi para siswa di wajibkan untuk datang pukul 6.00 di pagi hari. Karena sekolah mewajibkan kami untuk membereskan kelas terlebih dahulu agar terlihat rapi ketika pembagian raport di mulai. Kami sampai di sekolah, tanpa banyak bicara kami langsung turun lalu masuk ke kelas masing-masing. Kami semua sibuk, aku tahu itu walau aku tidak melihat mereka berdua. Pembagain raport kali ini, aku mendapat tugas untuk menata barang-barang yang akan di simpan di dalam kelas. Eun yo mendapat tugas membuat kelas menjadi terlihat indah di kelasnya. Dan mi hi bertugas untuk memeriksa apakah semua sudah sempurna di kelasnya. Waktu terus berjalan, waktupun sudah menunjukan pukul 8.45. dan jong hoon oppa belum datang. Aihhhh eottheokae? Siapa yang mengambil raport kita bertiga sedangkan dia hanya sendiri. “ahhhhhhhhhhhhh~~~!!!” tiba-tiba semua perempuan teriak sangat keras. “ah mwoya.” Ucapku kaget. “akupun melihat kearah kerumunan yang berteriak itu. “ah!” refleks aku berdiri melihat siapa yang datang. “kenapa?” tanya teman-temanku serempak. “oh! Jae hyoon! Itu.....” ucapan temanku terhenti ketika jong hoon oppa mengecup pipiku di depan mereka semua. “aihhh oppa, kau hampir saja telat!” gerutuku. “hanya hampirkan? Ah ini temanmu. Annyeonghaseyo!” sapa jong hoon oppa, kurasa dia telah membuat semua temanku melting, karena tidak ada satupun dari mereka yang berbicara ketika melihat jong hoon oppa. “oppa, mi hi dan eun yo?” tanyaku. Dia hanya mengedipkan sebelah matanya. “harus aku masuk sekarang?” tanyanya. “ne! 5 menit lagi akan di mulai.” Ucapku gelagapan. Jong hoon oppa mengisi buku tamu yang di sediakan oleh sekolah, dan dia duduk di tempat dudukku sesuai petunjuk penjaga yang menjaga buku tamu. “jae hyoon!” gerutu temanku, aku hanya tersenyum malu. “siapamu dia?” tanya salah satu temanku lagi. “namja..” “pacarmu?” tanya mereka serempak dan memotong pembicaraanku. Aku hanya tersenyum malu menanggapinya. “oh! Jae hyonn! Kenapa kamu ga pernah bilang?” tanya salah satu temanku. “kami memang tidak mau mengumbar hubungan kita.” Ucapku malu-malu. “berarti kita bisa ketemu terus dong sama jong hoon oppa!” seru temaku riang. “aihhh! Ga boleh, nanti kalian ambil lagi.” Gerutuku. “biar saja.” Ujar temanku serempak.

No comments:

Post a Comment