“Baiklah, aku ke seoul.” Gumamku sebelum tidur.
****
“hmmmmmmm, selamat pagi.” Gumamku setiap baru
bangun di pagi hari. Aku diam sebentar untuk mengumpulkan nyawaku, lalu aku memeriksa hpku untuk melihat apakah ada
pesan atau yang lainnya. “ada pesan!” ucapku pelan. Itu dari kyuhyun oppa.
Setiap hari dia memang selalu mengirimkanku pesan untuk memberi tahuku
kabarnya. Biasanya aku yang mengirim pesan duluan, tapi pagi ini dia sudah
bangun lebih dulu rupanya.
From : Kyuhyun oppa
mi hi annyeong! Ayo bangun sekolah!
mi hi annyeong! Ayo bangun sekolah!
To : Kyuhyun oppa
annyeong! Baru saja aku bangun.
oppa sudah bangun?
annyeong! Baru saja aku bangun.
oppa sudah bangun?
From : Kyuhyun oppa
mandilah, sarapan dan lalu pergi ke sekolah. Jangan sampai terlambat! J
aku rasa lebih tepatnya aku baru akan tidur.
mandilah, sarapan dan lalu pergi ke sekolah. Jangan sampai terlambat! J
aku rasa lebih tepatnya aku baru akan tidur.
To : Kyuhyun oppa
ne, arraseo.
mwo? Oppa baru tidur?
ne, arraseo.
mwo? Oppa baru tidur?
From : Kyuhyun oppa
ne, aku tidak bisa tidur semalam. Entah kenapa.
ne, aku tidak bisa tidur semalam. Entah kenapa.
To : Kyuhyun oppa
wae? Apakah tidak nyaman ada di Indonesia?
wae? Apakah tidak nyaman ada di Indonesia?
From : Kyuhyun oppa
ah ani~, pergi bersiap-siaplah dulu, nanti aku ceritakan.
ah ani~, pergi bersiap-siaplah dulu, nanti aku ceritakan.
To : Kyuhyun oppa
janji?
janji?
From : Kyuhyun oppa
ne, aku janji.
ne, aku janji.
Akupun tidak membalasnya untuk beberapa saat,
karena aku harus bersiap-siap. Beberapa menit kemudian aku selesai bersiap-siap
dan langsung ke kamar eun yo, dan jae hyoon untuk melihat apakah mereka sudah
siap. Lalu menyiapkan susu untuk pelengkap sarapan kita dengan roti.
Selesai makan kamipun berangkat ke sekolah
dengan supir yang sudah di siapkan ibu untuk mengantar kami ke sekolah setiap
harinya. Aku, eun yo dan jae hyoon bersiap-siap memakai sepatu untuk kesekolah.
“oppa aku berangkat dulu!” pamit jae hyoon ke jong hoon oppa. “ne, jaljayo~.”
Ucap jong hoon oppa sambil mengecup kening jae hyoon. “hati-hati kalian semua.”
Ucap jong hoon oppa pada kami bertiga. “ne! Annyeonghaseyo!” ucap kami bertiga
serempak sambil membungkukkan badan. Sebenarnya hari ini kami hanya mengambil
undangan untuk pembagian raport nanti dan besok raport di ambil, berhubung ada
jong hoon oppa, raport kita diambil olehnya, mungkin dia akan merasa kerepotan
karena kami berbeda kelas.
`eun yo pov
-di mobil-
“kau pulang?” tanyaku melepas keheningan. “kau
masih ingat tentang itu.” Reaksi mi hi singkat. “jawablah, jika kau tidak
pulang, aku juga tidak.” Ucapku. “aku dan eonni akan ke rumah halmoni, apa
menurutmu?” jawab mi hi tanpa memalingkan matanya dari layar hp. “jadi kau
pulang?” tanya jae hyoon semangat. “ngggg.” Reaksinya singkat sambil
mengangguk-anggukan kepalanya. Aku hanya tersenyum, sekarang aku tidak perlu
bingung antar akan pulang atau tidak. “kita liburan selama 2 minggukan?” tanya
mi hi melihat kearahku. “ne. Waeyo?” tanyaku. “ani. Hanya bertanya.” Jelasnya
singkat.
`mi hi pov
Di mobil akupun menagih janji kyuhyun oppa
padaku.
To : Kyuhyun oppa
oppa, apa yang oppa ingin ceritakan?
oppa, apa yang oppa ingin ceritakan?
From : Kyuhyun oppa
ah, itu. Aku memikirkan apakah aku bisa berlibur ke rumah halmoni akhir tahun ini.
kau sedang apa? Tidak sekolah?
ah, itu. Aku memikirkan apakah aku bisa berlibur ke rumah halmoni akhir tahun ini.
kau sedang apa? Tidak sekolah?
To : Kyuhyun oppa
oya, kapan oppa kembali ke seoul?
aku sedang di jalan menuju sekolah.
oya, kapan oppa kembali ke seoul?
aku sedang di jalan menuju sekolah.
From : Kyuhyun oppa
mungkin hari jumat. Wae?
hati-hati di jalan.
mungkin hari jumat. Wae?
hati-hati di jalan.
To : Kyuhyun oppa
jadi hanya 3 hari lagi kau akan di Indonesia?
jadi hanya 3 hari lagi kau akan di Indonesia?
From : Kyuhyun oppa
ne, kapan kau kembali ke seoul?
ne, kapan kau kembali ke seoul?
To : Kyuhyun oppa
chaegayo? Aku mungkin mungkin depan.
aku dan eonni akan ke rumah halmoni. Tak sabar- tak sabar~ ^^
chaegayo? Aku mungkin mungkin depan.
aku dan eonni akan ke rumah halmoni. Tak sabar- tak sabar~ ^^
From : Kyuhyun oppa
jinjjayo?
wah~ aku iri padamu yang bisa mengunjungi halmoni.
jinjjayo?
wah~ aku iri padamu yang bisa mengunjungi halmoni.
To : Kyuhyun oppa
ne.
oppakan sibuk, pantas saja jika tidak bisa berkunjung nanti ^^
hwaiting!
ne.
oppakan sibuk, pantas saja jika tidak bisa berkunjung nanti ^^
hwaiting!
From : Kyuhyun oppa
ah gomawo~
kau sudah sampai di sekolah?
ah gomawo~
kau sudah sampai di sekolah?
To : Kyuhyun oppa
baru saja mobilku terparkir, dan aku akan turun.
besok aku akan bagi raport, doakan aku! ^^
baru saja mobilku terparkir, dan aku akan turun.
besok aku akan bagi raport, doakan aku! ^^
From : Kyuhyun oppa
ne! Tentu ^^
ne! Tentu ^^
Akupun tidak membalasnya, aku langsung masuk
ke kelas. Kelas masuk jam 8.30 pagi ini, dan aku datang tepat pukul 8.00 pagi.
Baru keluar dari mobil eun yo dan jae hyoon sudah pergi bersama-teman-temannya.
Eun yo yang selalu ingin merasa tenang pergi ke taman sekolah bersama
teman-temannya, jae hyoon yang memang hobi makan, pergi ke kantin bersama
teman-temannya. Aku, di antara kita bertiga hanya aku yang tidak begitu punya
banyak teman. Karena memang sifatku yang begitu dingin terhadap orang baru,
tidak membuat banyak orang ingin merasa dekat denganku. Akupun langsung pergi
ke kelas, seperti biasa, para siswi asik mengobrol yang aku fikir itu tidak
penting. Dan para siswa yang juga berbicara tidak penting dalam gengnya. Aku langsung
ke tempat duduk yang berada di pojok depan. Kelas di sekolah kami tempat
duduknya di design 1 siswa 1 kursi, jadi tidak ada istilah teman sebangku di
sekolah ini, kelas yang terdiri dari 20 siswa dan 20 siswi yang selalu saja
ribut tiap kali ada ulangan mendadak yang di berikan oleh guru. Itulah kelasku.
“mi hi, apa kamu
ke korea liburan nanti?” tanya mitha siswi yang duduk di depan bangkuku. “ya,
kakaku bilang akan pulang.” Jawabku singkat. Dia hanya tersenyum menanggapi
jawabanku.
`kyuhyun pov
“hyung, apa kau punya nomor jong hoon?”
tanyaku pada heechul hyung. “wae?” tanyanya heran. “aku mintalah hyung~.”
Pintaku. “eh? Untuk apa?” tanyanya kini semakin heran. “sudahlah~, aku minta
hyung~.” Rengekku. “ah sudahlah, ini.” Ucapnya sambil melihatkanku nomor jong
hoon. “gomawo hyung!” ujarku. Dia hanya mengangguk lalu pergi entah kemana,
tidak lama donghae hyung datang dan duduk di sebelahku. “wae?” tanyaku. “minta
nomor jong hoon.” Ucapnya pelan. “eih?” aku jadi heran. “ayolah~.” Ucapnya.
“ini.” Ucapku melihatkan nomor jong hoon. “ah gomawo!” ucapnya pelan sambil
menepuk punggungku pelan. Aku hanya melihat aneh kepergiannya.
Aku meminta nomor jong hoon bukan tanpa
alasan, aku mau menanyakan sesuatu padanya.
To : Choi Jong Hoon
jong hoon ah~.
jong hoon ah~.
From : Choi Jong Hoon
nu..nuguseyo?
nu..nuguseyo?
To : Choi Jong Hoon
kyuhyun ibnida.
kyuhyun ibnida.
From : Choi Jong Hoon
ah kyuhyun. Wae?
ah kyuhyun. Wae?
To : Choi Jong Hoon
jogi, besok mi hi dan teman-temannya akan bagi raportkan?
jogi, besok mi hi dan teman-temannya akan bagi raportkan?
From : Choi Jong Hoon
ne, kau tau itu dari mi hi pasti?
ne, kau tau itu dari mi hi pasti?
To : Choi Jong Hoon
ne, aku bermaksud untuk mengambil raport mi hi, bisakah?
ne, aku bermaksud untuk mengambil raport mi hi, bisakah?
From : Choi Jong Hoon
tentu! Jika kau mau, aku akan ke hotelmu nanti sebelum berangkat. Donghae hyung juga mau ikut.
tentu! Jika kau mau, aku akan ke hotelmu nanti sebelum berangkat. Donghae hyung juga mau ikut.
To : Choi Jong Hoon
jinjjayo? Baiklah, besok jam berapa?
jinjjayo? Baiklah, besok jam berapa?
From : Choi Jong Hoon
besok bagi raport jam 9, makan aku akan ke sana pukul 8.
besok bagi raport jam 9, makan aku akan ke sana pukul 8.
To : Choi Jong Hoon
baiklah, jangan bilang pada mi hi soal ini ya.
baiklah, jangan bilang pada mi hi soal ini ya.
From : Choi Jong Hoon
arraseo.
arraseo.
Aku tersenyum lega menanggapi jawaban jong
hoon.
“hyung ah, aku tau sekarang~.” Ledekku ke
donghae hyung. “ah kau juga kan!” resonnya malu-malu.
`jae hyoon pov
Mi hi memang selalu sendirian jika tidak ada
aku dan eun yo, itu sebabnya aku dan eun yo memilih ikut ke indonesia. Jika
bisa aku bilang, dia itu seperti kura-kura, yang hanya keluar dari cangkangnya
jika sepi, atau jika dia merasa nyaman dengan situasi yang ada. Jika tidak, dia
lebih memilih untuk sendiri, walaupun itu untuk jangka lama. Sebenarnya banyak
sekali siswa/i di sekolah mulai dari sunbae hingga hoobae ingin menjadi
temannya, tapi kau tau? Dia sangat cuek dengan keadaan sekitarnya.
“jae hyoon, kamu pulang ke korea nanti?” tanya
salah seorang temanku. “nggg, mau ku bawakan sesuatu?” tawarku. “bawakan aku
tanda tangan jong hoon oppa!” ucap temanku yang lainnya. “ah itu sulit sekali.”
Gerutuku. “ayolah~. Kau bilang kau tahu dorm FT Islandkan? Bawakan kami tanda
tangan dari mereka.” Pinta temanku yang lainnya. “akan kuusahakan nanti. Kalian
fikir mereka tidak sibuk.” Ucapku, walau sebenarnya aku ingin berkata jujur
tapi... itu tidak perlu. Mereka akan tau sendiri nanti. “oya, besok, siapa yang
mengambil raport kalian bertiga? Ibumukah? Atau siapa?” tanya salah seorang
temanku antusias. “lihat sajalah sendiri.” Ucapku membuat mereka penasaran.
“jae hyoon!! Beritahulah~.” Rengek temanku dengan aegyonya. “kalian udah kenal
ko. Bukan seseorang yang harus berkenalan dulu.” Ucapku sambil senyum evil. “baiklah
kalau begitu. Almost 8.30. let’s go to the class~.” Ajak salah satu temanku.
“keurae, kajja.” Ucapku dalam bahasa korea*kalau tadi ngobrol make bahasa
indosesia hehe*. “apapun yang kau ucap, ayo!” temanku yang melakukan aegyo tadi
bicara.Pembagian undangan ini bertujuan juga untuk memberi nomor pengambilan
raport, nomor juga bedasarkan ranking yang di dapat. Undangan ini tidak boleh
di buka oleh siswa, harus di buka oleh pengambil raport.
-di kelas-
“dugeun dugeun.” Ucapku pelan. “apa artinya?”
tanya temanku yang duduk di sebelah kananku. Posisi dudukku di kelas ini adalah
di belakang barisan ketiga dari kiri. “deg degan.” Ucapku sembari tersenyum padanya.
Dia juga hanya tersenyum menanggapinya. Pembagian undangan ini di berikan
sesuai dengan absen kita, jadi ini membuat kita tidak tahu ranking berapakah
kita.
`mi hi pov
Pembagian undangan di mulai, pembagian ini di
lakukan menurut absen, dari kami bertiga eun yolah yang paling akhir, karena
marganya so, itu membuat namanya berada di urutan aga bawah pada absen. “choi
mi hi.” Wali kelasku memanggil namaku. “ya.” Responku singkat. Akupun berdiri
untuk mengambil undangan di wali kelasku. “siapa yang akan mengambil raportmu?”
tanya wali kelasku. “ah, besok. Kau rasa pacarnya jae hyoon.” Ucapku sambil
tertawa pelan. “wah, aku kira kakamu yang akan mengambilnya.” Ucap wali
kelasku. “eonni masih di austria.” Ucapku sambil tersenyum. “baiklah, silahkan
pulang. Hati-hati.” Ucap wali kelasku setelah aku mengambil undanganku. Akupun
ke kelas jae hyoon untuk menunggunya dan lalu ke kelas eun yo.
Aku sudah berada di depan kelasnya, ini baru
di abjad e, kurasa menunggu 5 orang lagi baru dia. Aku lihat ke arah kursi jae
hyoon. Mukanya penuh dengan ke khawatiran, dia memang selalu seperti ini jika
mengambil undangan, padahal dia selalu menjadi juara di kelasnya, tapi tetap
saja seperti itu. Aku pun tersenyum kecil melihat kekhawatiarannya. Kulihat
salah satu temannya memberi signal pada jae hyoon jika ada aku. Jae hyoonpun
melihat kearahku dan tersenyum. Akupun membalas senyumannya. “im jae hyoon.”
Wali kelasnya memanggil namanya. “ye.” Ucapnya dalam bahasa korea. Aku hanya
tertawa melihat reaksi kagetnya itu. Ketika aku tersenyum dan tertawa entah
kenapa semua teman jae hyoon melihat ke arahku dengan tatapan yang aneh. Itu
membuatku risih dan berhenti tertawa, akupun melihat kearah mereka dengan wajah
yang serius dan akhirnya mereka diam. Jae hyoon keluar, ternyata seseorang yang
berdiri di depan pintu itu temannya. “mi hi a~.” Ucapnya riang. “wae keurae?
Eun yo gyosil kajja.” Ajakku. “chankamman. Jika menunggu dia lama, temanku
ingin kenal denganmu.” Ucapnya riang. “kau sering menceritakan mereka, aku
sudah kenal dari setiap ceritamu.” Ucapku dalam berbahasa korea, membuat teman
di sebelahnya diam. “mi hi ah! Jebal.” Ucapnya seperti anak kecil. “ah
arraseo.” Ucapku akhirnya lalu duduk di kursi panjang yang berada di depan
kelas jae hyoon.
`jae hyoon pov
“apa yang dia ucapkan.” Tanya salah satu
temanku, kami sudah berada di luar semua, dan aku pernah berjanji untuk membuat
mereka lebih mengenal mi hi, dan membuat mi hi menjadi teman mereka juga. “dia
bilang dia mau.” Ucapku riang sambil duduk di sebelah mi hi dan menyenggol
sikutnya. Merekapun tersenyum mendengar ucapanku tadi. “jasin-eul sogae!”
ucapku pelan. “ishhh jinjja.” Gerutunya. “parli!” perintahku. “arraseo.”
Ucapnya singkat. “hi, saya mi hi. Senang bertemu dengan anda.” Ucapnya formal
dan lalu pergi, kurasa ke kelas eun yo. “ya ya ya! Noe odiga?!” teriakku. Dia
hanya terus berjalan tanpa menanggapinya. “ya choi mi hi!” teriakku. Dan dia
berjalan semakin cepat.
`mi hi pov
“mwoya igae.” Gerutuku tak jelas. “ah mi hi.
Dari mana saja? Mana jae hyoon.” Ucap eun yo mengembalikanku ke dunia
nyata(?)*hehehe*. “ah kau sudah keluar? Ini semua gara-gara jae hyoon. Ayo
pulang.” Ajakku merangkul tangannya. “mi hi ah!!” teriak jae hyoon dari
kejauhan. “mwo?!” ucapku singkat. “ya, ada apa dengan kalian berdua? Jangan
bilang kalau kalian bertengkar?!” ucap eun yo. “ani~. Temanku ingin berkenalan
dengannya, tapi dia malah pergi begitu saja.” Jelas jae hyoon. “ya! Gara-gara
aku harus bertemu dengan temanmu itu, eun yo jadi mencari kita. Arra?!”
gerutuku kesal hingga di dalam mobil.
-di mobil-
“mi hi ah! Kau tahu? Mereka ingin menjadi
temanmu juga.” Gerutu jae hyoon tidak ada hentinya. “arraseo! Habis liburan aku
akan memperkenalkan diri dengan jelas!” kataku akhirnya. “yagsog?” tanyanya
memastikan. “ne! Ne, yagsog!” ucapku yakin. Walau sebenarnya aku tidak begitu
yakin juga tentang ucapanku tadi. Dia tersenyum lega menanggapi ucapanku tadi.
No comments:
Post a Comment