Saturday, November 12, 2011

Lucky E.L.F part 5

sebelumnya
“Baiklah, aku ke seoul.” Gumamku sebelum tidur.
****


“hmmmmmmm, selamat pagi.” Gumamku setiap baru bangun di pagi hari. Aku diam sebentar untuk mengumpulkan nyawaku, lalu  aku memeriksa hpku untuk melihat apakah ada pesan atau yang lainnya. “ada pesan!” ucapku pelan. Itu dari kyuhyun oppa. Setiap hari dia memang selalu mengirimkanku pesan untuk memberi tahuku kabarnya. Biasanya aku yang mengirim pesan duluan, tapi pagi ini dia sudah bangun lebih dulu rupanya.

From : Kyuhyun oppa
mi hi annyeong! Ayo bangun sekolah!
To : Kyuhyun oppa
annyeong! Baru saja aku bangun.
oppa sudah bangun?
From : Kyuhyun oppa
mandilah, sarapan dan lalu pergi ke sekolah. Jangan sampai terlambat!
J
aku rasa lebih tepatnya aku baru akan tidur.
To : Kyuhyun oppa
ne, arraseo.
mwo? Oppa baru tidur?
From : Kyuhyun oppa
ne, aku tidak bisa tidur semalam. Entah kenapa.
To : Kyuhyun oppa
wae? Apakah tidak nyaman ada di Indonesia?
From : Kyuhyun oppa
ah ani~, pergi bersiap-siaplah dulu, nanti aku ceritakan.
To : Kyuhyun oppa
janji?
From : Kyuhyun oppa
ne, aku janji.
Akupun tidak membalasnya untuk beberapa saat, karena aku harus bersiap-siap. Beberapa menit kemudian aku selesai bersiap-siap dan langsung ke kamar eun yo, dan jae hyoon untuk melihat apakah mereka sudah siap. Lalu menyiapkan susu untuk pelengkap sarapan kita dengan roti.
Selesai makan kamipun berangkat ke sekolah dengan supir yang sudah di siapkan ibu untuk mengantar kami ke sekolah setiap harinya. Aku, eun yo dan jae hyoon bersiap-siap memakai sepatu untuk kesekolah. “oppa aku berangkat dulu!” pamit jae hyoon ke jong hoon oppa. “ne, jaljayo~.” Ucap jong hoon oppa sambil mengecup kening jae hyoon. “hati-hati kalian semua.” Ucap jong hoon oppa pada kami bertiga. “ne! Annyeonghaseyo!” ucap kami bertiga serempak sambil membungkukkan badan. Sebenarnya hari ini kami hanya mengambil undangan untuk pembagian raport nanti dan besok raport di ambil, berhubung ada jong hoon oppa, raport kita diambil olehnya, mungkin dia akan merasa kerepotan karena kami berbeda kelas.
`eun yo pov
-di mobil-
“kau pulang?” tanyaku melepas keheningan. “kau masih ingat tentang itu.” Reaksi mi hi singkat. “jawablah, jika kau tidak pulang, aku juga tidak.” Ucapku. “aku dan eonni akan ke rumah halmoni, apa menurutmu?” jawab mi hi tanpa memalingkan matanya dari layar hp. “jadi kau pulang?” tanya jae hyoon semangat. “ngggg.” Reaksinya singkat sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Aku hanya tersenyum, sekarang aku tidak perlu bingung antar akan pulang atau tidak. “kita liburan selama 2 minggukan?” tanya mi hi melihat kearahku. “ne. Waeyo?” tanyaku. “ani. Hanya bertanya.” Jelasnya singkat.
`mi hi pov
Di mobil akupun menagih janji kyuhyun oppa padaku.
To : Kyuhyun oppa
oppa, apa yang oppa ingin ceritakan?
From : Kyuhyun oppa
ah, itu. Aku memikirkan apakah aku bisa berlibur ke rumah halmoni akhir tahun ini.
kau sedang apa? Tidak sekolah?
To : Kyuhyun oppa
oya, kapan oppa kembali ke seoul?
aku sedang di jalan menuju sekolah.
From : Kyuhyun oppa
mungkin hari jumat. Wae?
hati-hati di jalan.
To : Kyuhyun oppa
jadi hanya 3 hari lagi kau akan di Indonesia?
From : Kyuhyun oppa
ne, kapan kau kembali ke seoul?
To : Kyuhyun oppa
chaegayo? Aku mungkin mungkin depan.
aku dan eonni akan ke rumah halmoni. Tak sabar- tak sabar~ ^^
From : Kyuhyun oppa
jinjjayo?
wah~ aku iri padamu yang bisa mengunjungi halmoni.
To : Kyuhyun oppa
ne.
oppakan sibuk, pantas saja jika tidak bisa berkunjung nanti ^^
hwaiting!
From : Kyuhyun oppa
ah gomawo~
kau sudah sampai di sekolah?
To : Kyuhyun oppa
baru saja mobilku terparkir, dan aku akan turun.
besok aku akan bagi raport, doakan aku! ^^
From : Kyuhyun oppa
ne! Tentu ^^
Akupun tidak membalasnya, aku langsung masuk ke kelas. Kelas masuk jam 8.30 pagi ini, dan aku datang tepat pukul 8.00 pagi. Baru keluar dari mobil eun yo dan jae hyoon sudah pergi bersama-teman-temannya. Eun yo yang selalu ingin merasa tenang pergi ke taman sekolah bersama teman-temannya, jae hyoon yang memang hobi makan, pergi ke kantin bersama teman-temannya. Aku, di antara kita bertiga hanya aku yang tidak begitu punya banyak teman. Karena memang sifatku yang begitu dingin terhadap orang baru, tidak membuat banyak orang ingin merasa dekat denganku. Akupun langsung pergi ke kelas, seperti biasa, para siswi asik mengobrol yang aku fikir itu tidak penting. Dan para siswa yang juga berbicara tidak penting dalam gengnya. Aku langsung ke tempat duduk yang berada di pojok depan. Kelas di sekolah kami tempat duduknya di design 1 siswa 1 kursi, jadi tidak ada istilah teman sebangku di sekolah ini, kelas yang terdiri dari 20 siswa dan 20 siswi yang selalu saja ribut tiap kali ada ulangan mendadak yang di berikan oleh guru. Itulah kelasku.
“mi hi, apa kamu ke korea liburan nanti?” tanya mitha siswi yang duduk di depan bangkuku. “ya, kakaku bilang akan pulang.” Jawabku singkat. Dia hanya tersenyum menanggapi jawabanku.
`kyuhyun pov
“hyung, apa kau punya nomor jong hoon?” tanyaku pada heechul hyung. “wae?” tanyanya heran. “aku mintalah hyung~.” Pintaku. “eh? Untuk apa?” tanyanya kini semakin heran. “sudahlah~, aku minta hyung~.” Rengekku. “ah sudahlah, ini.” Ucapnya sambil melihatkanku nomor jong hoon. “gomawo hyung!” ujarku. Dia hanya mengangguk lalu pergi entah kemana, tidak lama donghae hyung datang dan duduk di sebelahku. “wae?” tanyaku. “minta nomor jong hoon.” Ucapnya pelan. “eih?” aku jadi heran. “ayolah~.” Ucapnya. “ini.” Ucapku melihatkan nomor jong hoon. “ah gomawo!” ucapnya pelan sambil menepuk punggungku pelan. Aku hanya melihat aneh kepergiannya.
Aku meminta nomor jong hoon bukan tanpa alasan, aku mau menanyakan sesuatu padanya.
To : Choi Jong Hoon
jong hoon ah~.
From : Choi Jong Hoon
nu..nuguseyo?
To : Choi Jong Hoon
kyuhyun ibnida.
From : Choi Jong Hoon
ah kyuhyun. Wae?
To : Choi Jong Hoon
jogi, besok mi hi dan teman-temannya akan bagi raportkan?
From : Choi Jong Hoon
ne, kau tau itu dari mi hi pasti?
To : Choi Jong Hoon
ne, aku bermaksud untuk mengambil raport mi hi, bisakah?
From : Choi Jong Hoon
tentu! Jika kau mau, aku akan ke hotelmu nanti sebelum berangkat. Donghae hyung juga mau ikut.
To : Choi Jong Hoon
jinjjayo? Baiklah, besok jam berapa?
From : Choi Jong Hoon
besok bagi raport jam 9, makan aku akan ke sana pukul 8.
To : Choi Jong Hoon
baiklah, jangan bilang pada mi hi soal ini ya.
From : Choi Jong Hoon
arraseo.
Aku tersenyum lega menanggapi jawaban jong hoon.
“hyung ah, aku tau sekarang~.” Ledekku ke donghae hyung. “ah kau juga kan!” resonnya malu-malu.
`jae hyoon pov
Mi hi memang selalu sendirian jika tidak ada aku dan eun yo, itu sebabnya aku dan eun yo memilih ikut ke indonesia. Jika bisa aku bilang, dia itu seperti kura-kura, yang hanya keluar dari cangkangnya jika sepi, atau jika dia merasa nyaman dengan situasi yang ada. Jika tidak, dia lebih memilih untuk sendiri, walaupun itu untuk jangka lama. Sebenarnya banyak sekali siswa/i di sekolah mulai dari sunbae hingga hoobae ingin menjadi temannya, tapi kau tau? Dia sangat cuek dengan keadaan sekitarnya.
“jae hyoon, kamu pulang ke korea nanti?” tanya salah seorang temanku. “nggg, mau ku bawakan sesuatu?” tawarku. “bawakan aku tanda tangan jong hoon oppa!” ucap temanku yang lainnya. “ah itu sulit sekali.” Gerutuku. “ayolah~. Kau bilang kau tahu dorm FT Islandkan? Bawakan kami tanda tangan dari mereka.” Pinta temanku yang lainnya. “akan kuusahakan nanti. Kalian fikir mereka tidak sibuk.” Ucapku, walau sebenarnya aku ingin berkata jujur tapi... itu tidak perlu. Mereka akan tau sendiri nanti. “oya, besok, siapa yang mengambil raport kalian bertiga? Ibumukah? Atau siapa?” tanya salah seorang temanku antusias. “lihat sajalah sendiri.” Ucapku membuat mereka penasaran. “jae hyoon!! Beritahulah~.” Rengek temanku dengan aegyonya. “kalian udah kenal ko. Bukan seseorang yang harus berkenalan dulu.” Ucapku sambil senyum evil. “baiklah kalau begitu. Almost 8.30. let’s go to the class~.” Ajak salah satu temanku. “keurae, kajja.” Ucapku dalam bahasa korea*kalau tadi ngobrol make bahasa indosesia hehe*. “apapun yang kau ucap, ayo!” temanku yang melakukan aegyo tadi bicara.Pembagian undangan ini bertujuan juga untuk memberi nomor pengambilan raport, nomor juga bedasarkan ranking yang di dapat. Undangan ini tidak boleh di buka oleh siswa, harus di buka oleh pengambil raport.
-di kelas-
“dugeun dugeun.” Ucapku pelan. “apa artinya?” tanya temanku yang duduk di sebelah kananku. Posisi dudukku di kelas ini adalah di belakang barisan ketiga dari kiri. “deg degan.” Ucapku sembari tersenyum padanya. Dia juga hanya tersenyum menanggapinya. Pembagian undangan ini di berikan sesuai dengan absen kita, jadi ini membuat kita tidak tahu ranking berapakah kita.
`mi hi pov
Pembagian undangan di mulai, pembagian ini di lakukan menurut absen, dari kami bertiga eun yolah yang paling akhir, karena marganya so, itu membuat namanya berada di urutan aga bawah pada absen. “choi mi hi.” Wali kelasku memanggil namaku. “ya.” Responku singkat. Akupun berdiri untuk mengambil undangan di wali kelasku. “siapa yang akan mengambil raportmu?” tanya wali kelasku. “ah, besok. Kau rasa pacarnya jae hyoon.” Ucapku sambil tertawa pelan. “wah, aku kira kakamu yang akan mengambilnya.” Ucap wali kelasku. “eonni masih di austria.” Ucapku sambil tersenyum. “baiklah, silahkan pulang. Hati-hati.” Ucap wali kelasku setelah aku mengambil undanganku. Akupun ke kelas jae hyoon untuk menunggunya dan lalu ke kelas eun yo.
Aku sudah berada di depan kelasnya, ini baru di abjad e, kurasa menunggu 5 orang lagi baru dia. Aku lihat ke arah kursi jae hyoon. Mukanya penuh dengan ke khawatiran, dia memang selalu seperti ini jika mengambil undangan, padahal dia selalu menjadi juara di kelasnya, tapi tetap saja seperti itu. Aku pun tersenyum kecil melihat kekhawatiarannya. Kulihat salah satu temannya memberi signal pada jae hyoon jika ada aku. Jae hyoonpun melihat kearahku dan tersenyum. Akupun membalas senyumannya. “im jae hyoon.” Wali kelasnya memanggil namanya. “ye.” Ucapnya dalam bahasa korea. Aku hanya tertawa melihat reaksi kagetnya itu. Ketika aku tersenyum dan tertawa entah kenapa semua teman jae hyoon melihat ke arahku dengan tatapan yang aneh. Itu membuatku risih dan berhenti tertawa, akupun melihat kearah mereka dengan wajah yang serius dan akhirnya mereka diam. Jae hyoon keluar, ternyata seseorang yang berdiri di depan pintu itu temannya. “mi hi a~.” Ucapnya riang. “wae keurae? Eun yo gyosil kajja.” Ajakku. “chankamman. Jika menunggu dia lama, temanku ingin kenal denganmu.” Ucapnya riang. “kau sering menceritakan mereka, aku sudah kenal dari setiap ceritamu.” Ucapku dalam berbahasa korea, membuat teman di sebelahnya diam. “mi hi ah! Jebal.” Ucapnya seperti anak kecil. “ah arraseo.” Ucapku akhirnya lalu duduk di kursi panjang yang berada di depan kelas jae hyoon.
`jae hyoon pov
“apa yang dia ucapkan.” Tanya salah satu temanku, kami sudah berada di luar semua, dan aku pernah berjanji untuk membuat mereka lebih mengenal mi hi, dan membuat mi hi menjadi teman mereka juga. “dia bilang dia mau.” Ucapku riang sambil duduk di sebelah mi hi dan menyenggol sikutnya. Merekapun tersenyum mendengar ucapanku tadi. “jasin-eul sogae!” ucapku pelan. “ishhh jinjja.” Gerutunya. “parli!” perintahku. “arraseo.” Ucapnya singkat. “hi, saya mi hi. Senang bertemu dengan anda.” Ucapnya formal dan lalu pergi, kurasa ke kelas eun yo. “ya ya ya! Noe odiga?!” teriakku. Dia hanya terus berjalan tanpa menanggapinya. “ya choi mi hi!” teriakku. Dan dia berjalan semakin cepat.
`mi hi pov
“mwoya igae.” Gerutuku tak jelas. “ah mi hi. Dari mana saja? Mana jae hyoon.” Ucap eun yo mengembalikanku ke dunia nyata(?)*hehehe*. “ah kau sudah keluar? Ini semua gara-gara jae hyoon. Ayo pulang.” Ajakku merangkul tangannya. “mi hi ah!!” teriak jae hyoon dari kejauhan. “mwo?!” ucapku singkat. “ya, ada apa dengan kalian berdua? Jangan bilang kalau kalian bertengkar?!” ucap eun yo. “ani~. Temanku ingin berkenalan dengannya, tapi dia malah pergi begitu saja.” Jelas jae hyoon. “ya! Gara-gara aku harus bertemu dengan temanmu itu, eun yo jadi mencari kita. Arra?!” gerutuku kesal hingga di dalam mobil.
-di mobil-
“mi hi ah! Kau tahu? Mereka ingin menjadi temanmu juga.” Gerutu jae hyoon tidak ada hentinya. “arraseo! Habis liburan aku akan memperkenalkan diri dengan jelas!” kataku akhirnya. “yagsog?” tanyanya memastikan. “ne! Ne, yagsog!” ucapku yakin. Walau sebenarnya aku tidak begitu yakin juga tentang ucapanku tadi. Dia tersenyum lega menanggapi ucapanku tadi.

No comments:

Post a Comment