Thursday, December 22, 2011

Lucky E.L.F part 7


`mi hi pov
Hatiku resah saat melihat ke jam tanganku, sekarang sudah menunjukan hampir pukul 9.00 pagi. “siapa yang mengambil raportmu?” tanya mitha padaku yang duduk di sebelahnya sekarang. “entahlah.” Ucapku singkat. “tidak ada orang yang ada di Indonesia?” tanyanya lagi. “ada,tapi hanya 1. Tapi nomor undangan kita bertiga sama.” Ucapku resah. “tenanglah, aku yakin pasti ada yang mengambilnya tepat waktu.” Semangatnya. “terima kasih.” Ucapku singkat. Aku terus resah dan bimbang apakah ada yang mengambil raportku hari ini, atau aku harus mengambilnya di lain waktu. “mitha, aku ke ruang guru untuk memanggil wali kelas kita.” Ucapku pada mitha yang sedang sibuk dengan buku undangan. Dia hanya tersenyum dan mengangguk. Di Indonesia, tepatnya di kelas, aku hanya dekat dengan mitha karena hanya dialah yang mengerti aku.
`kyuhyun pov
Aku, jong hoon, dan donghae hyung sudah sampai di loby gedung sekolah mi hi. Jong hoon memberi tahu aku dan donghae hyung di mana kelas mi hi dan eun yo. Akupun segera ke lantai 2 di blok c gedung sekolahnya. “excuse me.” Ucapku pada seorang yeoja yang duduk di meja tamu ku rasa. “yes, can I help you?” reaksinya. “yes, is this mihi’s class room?” tanyaku. “yes, it is. Are you the person who will take mihi’s raport?” tanyanya. “yes, I am.” Jawabku. “please fill this out.” Pintanya. Akupun mengisi buku tamunya. dia tidak mengenalku, berarti penyamaranku berhasil, aku memakai masker, kaca mata hitam, dan juga topi sekarang. Itu sebabnya aku tidak di kenali oleh orang-orang di sini. “mihi seat in the front left corner over there.” Ucap wanita tadi. “thanks.” Ucapku singkat lalu memasuki kelas mi hi.
`mi hi pov
mihi, orang yang mengambil raportmu sudah datang.” Ucap mitha padaku ketika aku sampai di depan kelas. “really?” tanyaku tidak percaya. “dia sudah duduk di kursimu sekarang. Siapa dia?” tanyanya. “sebentar aku lihat dulu.” Ucapku, aku mengintip ke dalam kelas untuk melihat siapa yang datang. Aku lihat wali kelasku sedang berbicara pembukaan pembagian raport ini. Akupun melihat ke arah kursiku dan mencerna siapakah dia. Dia memakai topi dan masker sehingga sulit untuk aku kenali. Dia melihat ke arahku, lalu dia membuka topi dan maskernya. Setelah dia membuka maskernya dia tersenyum ke arahku. “oh!” reaksiku pelan. Dia kembali memperhatikan wali kelasku berbicara. “siapa dia?” tanya mitha lagi. “itu kyuhyun! Kamu ga kenal dia?” tanyaku, karena setauku dia hafal banget sama muka anggota super junior, tapi dia bukanlah seorang ELF yang fanatik dengan super junior. “pantas saja pakaiannya begitu rapat.” Jelasnya. “well, we will begin the distribution of this report cards of the first rank. Choi mi hi!” wali kelasku sudah memanggil namaku. Aku langsung cepat-cepat masuk ke dalam kelas, kyuhyun oppa sudah duduk di kursi di depan meja guruku. “muti, congratulation.” Ucap guruku padaku. “thank you.” Ucapku. “well, who is he?” tanya wali kelasku. “he is...” “i’m her boy.” Ucap kyuhyun oppa memotong ucapanku. Wali kelasku bicara pada kyuhyun oppa bagaimana perkembanganku di sekolah ini. Bagianku selesai, kini bagain nomor 2, ternyata itu mitha. “congrats.” Ucapku pelan padanya saat berpapasan. -‘he’s my boy?’ kalimat yang baru saja diucapkannya sukses membuatku kaget-
`eun yo pov
“eun yo ah, knp tegang sekali? Kau pasti jadi juara 1 lagi.” Ujar temanku. “bukan itu yang jadi masalah.” Ucapku gemetar. “lalu?” ucap teman-temanku serempak. “siapa yang mengambil raportku sekarang aku masih belum tahu.” Ucapku semakin gelisah. “aku pasti ada yang datang ko!” ucap temanku memberi semangat. Aku dan yang lain kembali diam, walau aku masih bingung siapakah yang mengambil raportku. Aku melamun kearah jalan ke arah pintu kelasku. Aku perhatikan ada seorang namja memakai pakaian yang sangat tertutup datang ke kelasku.  Perhatianku terus terarah pada namja itu. Namja itu mengisi buku tamu di depan kelasku. Tiba-tiba “eun yo!” panggil temanku yang ada di meja tamu. “ya?” ucapku singkat lalu mendekat ke meja tamu. “itu.” Ucapnya padaku. “nu.. nuguseyo?” ucapku terpotong-potong. “i’m fish.” Ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Namja itupun masuk ke dalam kelasku, dan duduk di bangkuku. “siapa dia?” tanya temanku menyadarkan lamunanku. “ah? Itu? Ng.. lihat sajalah.” Ucapku gugup. Diapun melihat ke arah bangkuku. “oh! Super junior lee donghae?” ujar temanku terkejut. “akupun tak tahu kenapa dia yang ambil.” Ucapku karena aku tahu apa yang akan mereka tanyakan. Mereka hanya melihat kearah donghae oppa dengan tampang shock mereka. “so eun yo.” Ucap wali kelasku menyadarkanku dari lamunanku. Aku bergegas lari masuk ke dalam kelas, haeppa sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan. “good morning.” Ucap wali kelasku ramah, aku dan haeppa hanya tersenyum. “you are donghae right?” tanya wali kelasku pada haeppa. “yes, i am.” Ucap haeppa dengan senyumannya. “waa~, this is your brother?” tanya wali kelasku padaku. “no, i just wanted to take her raport today.” Haeppa yang menjawab pertanyaan guruku. “wa, so nice of you.” Puji guruku. Lalu guruku memberitahuku bagaimana perkembanganku di sekolah ini, yang memalukan guruku menceritakan ketika aku pernah tertidur di kelas saat waktu belajar berlangsung, haeppa tertawa sambil mengacak-acak rambutku. “hari ini, hari keberuntunganku.” Gumamku dalam hati.
`author pov
“oppa, bagaimana oppa bisa disini?” tanya mi hi di taman sekolah dekat kelas eun yo. “bisa saja dengan taksi.” Jawab kyuhyun evil. “lalu? Oppa dapat undangan ini dari siapa?” tanya mi hi lagi. “menurutmu dari siapa?” jawab kyuhyun evil lagi, mi hi hanya manyun-manyun sambil mencerna kata-kata yang di keluarkan kyuhyun. “oh hyung!” sapa kyuhyun pada seorang namja dan yeoja yang baru datang ke taman itu, beserta banyak sekali yeoja di belakang mereka mengikuti dengan sembunyi-sembunyi. “oh! Donghae oppa tto?” reaksi mi hi kaget setelah melihat siapa yang datang. “kyuhyun oppa tto?” reaksi yeoja yang baru datang bersama namja itu. Mereka adalah eun yo dan dong hae. Ketika eun yo sudah duduk tepat di depan mi hi, kedua yeoja itu hanya saling berpandangan berbicara dengan feeling mereka. Suasana menjadi hening selama menunggu jae hyoon dan jong hoon. “kapan kamu kembali ke seoul?” tanya kyuhyun pada mi hi yang masih bingung bagaimana bisa kedua super star ini berada di sini sekarang duduk bersama kedua yeoja biasa ini. “ne? Jaega?” reaksi mi hi kaget. “kamu fikir aku tanya ke siapa?” ucap kyuhyun evil. “rencana minggu depan bersama mereka-mereka, tapi eomma menyuruhku pulang lusa. Akupun masih bingung.” Ucap mi hi dengan muka polosnya. “lusa saja! Pulang bersama kami.” Ujar kyuhyun semangat. “emmm, molla. Apa menurutmu?” tanya mi hi pada eun yo. “jika kau lusa, aku juga! Aku ga mau pulang sama couple itu, yang ada nyampe seoul aku ga waras.” Ujar eun yo. “pulanglah lusa!!” ujar kyuhyun dan donghae serempak. “kami belum pesan tiket.” Ujar mi hi tenang. “aku bisa minta tolong manager.” Ucap kyuhyun. “ahhh molla, aku bingung.” Ucap mi hi. “mi hi! Ayo pulang lusa!!” ajak eun yo semangat. “baiklah, aku akan memberi tahu eomma dan appa dulu.” Ucap mi hi sambil mengelurkan hpnya lalu menekan nomor telepon yang sudah dia hapal di luar kepala.
`mi hi pov
“yeobuseyo.” Ucapku di telepon. “ne yeobuseyo.” Jawab orang di seberang. “kim ajhuma! Annyeonghaseyo.” Ucapku semangat. “mi hi aggesi. Annyeong.” Ucap ajhuma yang berada di seoul tepatnya di rumahku. “eomma ada?” tanyaku langsung. “ah, keunmanim. Chankamman.” Ucap ajhuma hain di rumahku. “yeobuseyo, mi hi?” ucap suara seorang yeoja paruhbaya di seberang. “eomma?” tanyaku riang. “ah uri mi hi, apa kabar?” ucap eommaku berbahasa indonesia*seperti biasa, dari tadi ceritanya make bahasa korea oke? Ahaha*. “aku baik eomma, aku akan pulang besok.” Ucapku langsung. “benarkah? Dengan siapa? Perlu eomma jemput di bandara?” tanya eommaku panjang lebar. “mm,, bersama eun yo. Aku akan naik bus saja, eomma dan ajhuma siapkan makanan di rumah!” ucapku riang seperti anak kecil yang akan berlibur ke taman bermain. “dan super junior!” ucap kyuhyun oppa dengan suara yang cukup keras dan membuat eomma mendengar. “kyuhyunssi?” tebak eomma. “eomma kenal suara dia?” tanyaku kaget. “siapa yanga ga kenal suara merdu itu, kau ini. Bagaimana dia ada di sana? Kau sedang di hotel super junior?” tanya eomma. “ani, kyuhyun oppa yang mengambil raportku.” Ujarku. “annyeong!” ucap eun yo riang pada jong hyoon couple yang baru datang membawa banyak es krim. “sincha? Ah itu pasti eun yo. Suaranya tidak berubah.” Komentar eomma. “ne, itu eun yo.” Jawabku singkat. “yasudah, cepat pulang makan berkemas lalu istirahat.” Ucap eommaku. “ne eomma, annyeong.” Ucapku riang, lalu memutuskan sambungan teleponku. “aku mau!” ucapku pada jae hyoon. Jae hyoon langsung menyodoriku dengan es krim rasa kacang merah kesukaanku. “gomawoyo~.” Ucapku sambil melakukan aegyo pada jae hyoon. “jangan pake aegyo lebih baik!” ucap jae hyoon datar padaku. Aku hanya diam lalu dengan cepat membuka bungkus es krimku dan memakannya. Semua tertawa, entah untuk apa, aku hanya terus memakan es krimku tanpa memperdulikan mereka. “kesukaanmu masih kacang merah?” tanya kyuhyun oppa padaku. “eh? Ne? Oppa tahu?” tanyaku heran. “keurae, mana mungkin aku tidak tahu.” Ucapnya sambil terus menatapku. Aku menengok untuk menatapnya juga. Aku menatap matanya, mata mengingatkanku pada namja cucu tetangga halmmoniku, aku semakin larut dalam tatapannya. “WOI!” teriak eun yo dan jae hyoon menyadarkanku dan kyuhyun oppa. “ah?” ucapku kaget. “ayo pulang!!” teriak eun yo dan jae hyoon padaku. “ah ne.” reaksiku singkat.Matanya semakin mengingatkanku pada anak laki-laki itu. Aku semakin ingat kepada anak laki-laki itu. Dan aku semakin penasaran siapakah nama anak laki-laki itu.
Kami pulang bersama, menggunakan mobil vans yang lebih besar dari yang biasanya aku, jae hyoon dan eun yo pakai. Kyuhyun dan donghae oppa ikut kami ke apartementku. Di mobil aku terus memperhatikan kyuhyun oppa dengan memperhatikan siluet wajahnya dari samping. Sampai akhirnya dia sadar aku memperhatikannya. “wae?” tanyanya begitu menengok kearahku. “ah ani.” Ucapku terbata-bata. “wah mi hi. Jangan-jangan~~.” Ucap eun yo memanasiku. “mwoga?!” ucapku kesal. Semuanya hanya tertawa melihatku salah tingkah. Di perjalanan aku mencoba mengingat dan mencerna anak laki-laki itu. Aku mencoba mengingatnya lagi,lagi dan lagi. Aku berharap ketika ke rumah halmoni nanti aku bertemu dengannya lagi agar tidak penasaran. “kau memikirkan sesuatu?” tanya kyuhyun oppa melepas lamunanku. “ngg, ani.” Ucapku singkat. “jangan berbohong padaku.” Ucapnya dewasa. “man, aku teringat seseorang.” Ucapku polos. “nugu?” seisi mobil bertanya serempak. “ah ani, hanya masa lalu.” Ucapku malu. “kau menganggapnya sebagai masa lalu?” tanya kyuhyun oppa pelan. “ne?” tanyaku kaget, semua melihat kearahku. “wae?” tanya eun yo heran padaku. “ani, ani.” Ucapku terbata-bata. Sekarang kyuhyun oppa menjadi dingin, entah kenapa. Selama perjalanan pulang dia hanya terus menatap kearah luar mobil. Dia tidak melakukan apapun kecuali bernafas. Bahkan ketika jong hoon oppa mengeluarkan lawakannya yang membuat seisi mobil tertawa dia hanya diam. Sampai akhirnya donghae oppa bertanya. “kyu ah. Waeireoni?” tanyanya. “ani.” Jawabnya singkat dan dingin. 

No comments:

Post a Comment