`mi hi pov
Hatiku resah saat
melihat ke jam tanganku, sekarang sudah menunjukan hampir pukul 9.00 pagi.
“siapa yang mengambil raportmu?” tanya mitha padaku yang duduk di sebelahnya
sekarang. “entahlah.” Ucapku singkat. “tidak ada orang yang ada di Indonesia?”
tanyanya lagi. “ada,tapi hanya 1. Tapi nomor undangan kita bertiga sama.”
Ucapku resah. “tenanglah, aku yakin pasti ada yang mengambilnya tepat waktu.”
Semangatnya. “terima kasih.” Ucapku singkat. Aku terus resah dan bimbang apakah
ada yang mengambil raportku hari ini, atau aku harus mengambilnya di lain
waktu. “mitha, aku ke ruang guru untuk memanggil wali kelas kita.” Ucapku pada
mitha yang sedang sibuk dengan buku undangan. Dia hanya tersenyum dan
mengangguk. Di Indonesia, tepatnya di kelas, aku hanya dekat dengan mitha
karena hanya dialah yang mengerti aku.
`kyuhyun pov
Aku, jong hoon, dan
donghae hyung sudah sampai di loby gedung sekolah mi hi. Jong hoon memberi tahu
aku dan donghae hyung di mana kelas mi hi dan eun yo. Akupun segera ke lantai 2
di blok c gedung sekolahnya. “excuse me.” Ucapku pada seorang yeoja yang duduk
di meja tamu ku rasa. “yes, can I help you?” reaksinya. “yes, is this mihi’s class room?”
tanyaku. “yes, it is. Are you the person who will take mihi’s raport?” tanyanya.
“yes, I am.” Jawabku. “please fill this out.” Pintanya. Akupun mengisi buku
tamunya. dia tidak mengenalku, berarti penyamaranku berhasil, aku memakai
masker, kaca mata hitam, dan juga topi sekarang. Itu sebabnya aku tidak di
kenali oleh orang-orang di sini. “mihi seat in the front left corner over there.” Ucap wanita tadi. “thanks.”
Ucapku singkat lalu memasuki kelas mi hi.
`mi hi pov
“mihi, orang yang mengambil
raportmu sudah datang.” Ucap mitha padaku ketika aku sampai di depan kelas.
“really?” tanyaku tidak percaya. “dia sudah duduk di kursimu sekarang. Siapa
dia?” tanyanya. “sebentar aku lihat dulu.” Ucapku, aku mengintip ke dalam kelas
untuk melihat siapa yang datang. Aku lihat wali kelasku sedang berbicara
pembukaan pembagian raport ini. Akupun melihat ke arah kursiku dan mencerna
siapakah dia. Dia memakai topi dan masker sehingga sulit untuk aku kenali. Dia
melihat ke arahku, lalu dia membuka topi dan maskernya. Setelah dia membuka
maskernya dia tersenyum ke arahku. “oh!” reaksiku pelan. Dia kembali
memperhatikan wali kelasku berbicara. “siapa dia?” tanya mitha lagi. “itu
kyuhyun! Kamu ga kenal dia?” tanyaku, karena setauku dia hafal banget sama muka
anggota super junior, tapi dia bukanlah seorang ELF yang fanatik dengan super
junior. “pantas saja pakaiannya begitu rapat.” Jelasnya. “well, we will begin
the distribution of this report cards of the first rank. Choi mi hi!” wali
kelasku sudah memanggil namaku. Aku langsung cepat-cepat masuk ke dalam kelas,
kyuhyun oppa sudah duduk di kursi di depan meja guruku. “muti, congratulation.”
Ucap guruku padaku. “thank you.” Ucapku. “well, who is he?” tanya wali kelasku.
“he is...” “i’m her boy.” Ucap kyuhyun oppa memotong ucapanku. Wali kelasku bicara pada
kyuhyun oppa bagaimana perkembanganku di sekolah ini. Bagianku selesai, kini
bagain nomor 2, ternyata itu mitha. “congrats.” Ucapku pelan padanya saat
berpapasan. -‘he’s my boy?’ kalimat yang baru saja diucapkannya sukses membuatku
kaget-
`eun yo pov
“eun yo ah, knp
tegang sekali? Kau pasti jadi juara 1 lagi.” Ujar temanku. “bukan itu yang jadi
masalah.” Ucapku gemetar. “lalu?” ucap teman-temanku serempak. “siapa yang
mengambil raportku sekarang aku masih belum tahu.” Ucapku semakin gelisah. “aku
pasti ada yang datang ko!” ucap temanku memberi semangat. Aku dan yang lain
kembali diam, walau aku masih bingung siapakah yang mengambil raportku. Aku
melamun kearah jalan ke arah pintu kelasku. Aku perhatikan ada seorang namja
memakai pakaian yang sangat tertutup datang ke kelasku. Perhatianku terus terarah pada namja itu.
Namja itu mengisi buku tamu di depan kelasku. Tiba-tiba “eun yo!” panggil
temanku yang ada di meja tamu. “ya?” ucapku singkat lalu mendekat ke meja tamu.
“itu.” Ucapnya padaku. “nu.. nuguseyo?” ucapku terpotong-potong. “i’m fish.”
Ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Namja itupun masuk ke dalam
kelasku, dan duduk di bangkuku. “siapa dia?” tanya temanku menyadarkan
lamunanku. “ah? Itu? Ng.. lihat sajalah.” Ucapku gugup. Diapun melihat ke arah
bangkuku. “oh! Super junior lee donghae?” ujar temanku terkejut. “akupun tak
tahu kenapa dia yang ambil.” Ucapku karena aku tahu apa yang akan mereka
tanyakan. Mereka hanya melihat kearah donghae oppa dengan tampang shock mereka.
“so eun yo.” Ucap wali kelasku menyadarkanku dari lamunanku. Aku bergegas lari
masuk ke dalam kelas, haeppa sudah duduk di kursi yang sudah di sediakan. “good
morning.” Ucap wali kelasku ramah, aku dan haeppa hanya tersenyum. “you are
donghae right?” tanya wali kelasku pada haeppa. “yes, i am.” Ucap haeppa dengan
senyumannya. “waa~, this is your brother?” tanya wali kelasku padaku. “no, i
just wanted to take her raport today.” Haeppa yang menjawab pertanyaan guruku.
“wa, so nice of you.” Puji guruku. Lalu guruku memberitahuku bagaimana
perkembanganku di sekolah ini, yang memalukan guruku menceritakan ketika aku
pernah tertidur di kelas saat waktu belajar berlangsung, haeppa tertawa sambil
mengacak-acak rambutku. “hari ini, hari keberuntunganku.” Gumamku dalam hati.
`author pov
“oppa, bagaimana
oppa bisa disini?” tanya mi hi di taman sekolah dekat kelas eun yo. “bisa saja
dengan taksi.” Jawab kyuhyun evil. “lalu? Oppa dapat undangan ini dari siapa?”
tanya mi hi lagi. “menurutmu dari siapa?” jawab kyuhyun evil lagi, mi hi hanya
manyun-manyun sambil mencerna kata-kata yang di keluarkan kyuhyun. “oh hyung!”
sapa kyuhyun pada seorang namja dan yeoja yang baru datang ke taman itu,
beserta banyak sekali yeoja di belakang mereka mengikuti dengan
sembunyi-sembunyi. “oh! Donghae oppa tto?” reaksi mi hi kaget setelah melihat
siapa yang datang. “kyuhyun oppa tto?” reaksi yeoja yang baru datang bersama
namja itu. Mereka adalah eun yo dan dong hae. Ketika eun yo sudah duduk tepat
di depan mi hi, kedua yeoja itu hanya saling berpandangan berbicara dengan
feeling mereka. Suasana menjadi hening selama menunggu jae hyoon dan jong hoon.
“kapan kamu kembali ke seoul?” tanya kyuhyun pada mi hi yang masih bingung
bagaimana bisa kedua super star ini berada di sini sekarang duduk bersama kedua
yeoja biasa ini. “ne? Jaega?” reaksi mi hi kaget. “kamu fikir aku tanya ke
siapa?” ucap kyuhyun evil. “rencana minggu depan bersama mereka-mereka, tapi
eomma menyuruhku pulang lusa. Akupun masih bingung.” Ucap mi hi dengan muka
polosnya. “lusa saja! Pulang bersama
kami.” Ujar kyuhyun semangat. “emmm, molla. Apa menurutmu?” tanya mi hi pada
eun yo. “jika kau lusa, aku juga! Aku ga mau pulang sama couple itu, yang ada
nyampe seoul aku ga waras.” Ujar eun yo. “pulanglah
lusa!!” ujar kyuhyun dan donghae serempak. “kami belum pesan tiket.” Ujar mi hi
tenang. “aku bisa minta tolong manager.” Ucap kyuhyun. “ahhh molla, aku
bingung.” Ucap mi hi. “mi hi! Ayo pulang lusa!!” ajak eun yo semangat.
“baiklah, aku akan memberi tahu eomma dan appa dulu.” Ucap mi hi sambil
mengelurkan hpnya lalu menekan nomor telepon yang sudah dia hapal di luar
kepala.
`mi hi pov
“yeobuseyo.” Ucapku
di telepon. “ne yeobuseyo.” Jawab orang di seberang. “kim ajhuma!
Annyeonghaseyo.” Ucapku semangat. “mi hi aggesi. Annyeong.” Ucap ajhuma yang
berada di seoul tepatnya di rumahku. “eomma ada?” tanyaku langsung. “ah,
keunmanim. Chankamman.” Ucap ajhuma hain di rumahku. “yeobuseyo, mi hi?” ucap
suara seorang yeoja paruhbaya di seberang. “eomma?” tanyaku riang. “ah uri mi
hi, apa kabar?” ucap eommaku berbahasa indonesia*seperti biasa, dari tadi ceritanya
make bahasa korea oke? Ahaha*. “aku baik eomma, aku akan pulang besok.” Ucapku
langsung. “benarkah? Dengan siapa? Perlu eomma jemput di bandara?” tanya
eommaku panjang lebar. “mm,, bersama eun yo. Aku akan naik bus saja, eomma dan
ajhuma siapkan makanan di rumah!” ucapku riang seperti anak kecil yang akan
berlibur ke taman bermain. “dan super junior!” ucap kyuhyun oppa dengan suara
yang cukup keras dan membuat eomma mendengar. “kyuhyunssi?” tebak eomma. “eomma
kenal suara dia?” tanyaku kaget. “siapa yanga ga kenal suara merdu itu, kau
ini. Bagaimana dia ada di sana? Kau sedang di hotel super junior?” tanya eomma.
“ani, kyuhyun oppa yang mengambil raportku.” Ujarku. “annyeong!” ucap eun yo
riang pada jong hyoon couple yang baru datang membawa banyak es krim. “sincha?
Ah itu pasti eun yo. Suaranya tidak berubah.” Komentar eomma. “ne, itu eun yo.”
Jawabku singkat. “yasudah, cepat pulang makan berkemas lalu istirahat.” Ucap
eommaku. “ne eomma, annyeong.” Ucapku riang, lalu memutuskan sambungan
teleponku. “aku mau!” ucapku pada jae hyoon. Jae hyoon langsung menyodoriku
dengan es krim rasa kacang merah kesukaanku. “gomawoyo~.” Ucapku sambil
melakukan aegyo pada jae hyoon. “jangan pake aegyo lebih baik!” ucap jae hyoon
datar padaku. Aku hanya diam lalu dengan cepat membuka bungkus es krimku dan
memakannya. Semua tertawa, entah untuk apa, aku hanya terus memakan es krimku
tanpa memperdulikan mereka. “kesukaanmu masih kacang merah?” tanya kyuhyun oppa
padaku. “eh? Ne? Oppa tahu?” tanyaku heran. “keurae, mana mungkin aku tidak
tahu.” Ucapnya sambil terus menatapku. Aku menengok untuk menatapnya juga. Aku
menatap matanya, mata mengingatkanku pada namja cucu tetangga halmmoniku, aku
semakin larut dalam tatapannya. “WOI!” teriak eun yo dan jae hyoon
menyadarkanku dan kyuhyun oppa. “ah?” ucapku kaget. “ayo pulang!!” teriak eun
yo dan jae hyoon padaku. “ah ne.”
reaksiku singkat.Matanya semakin mengingatkanku pada anak laki-laki itu. Aku
semakin ingat kepada anak laki-laki itu. Dan aku semakin penasaran siapakah
nama anak laki-laki itu.
Kami
pulang bersama, menggunakan mobil vans yang lebih besar dari yang biasanya aku,
jae hyoon dan eun yo pakai. Kyuhyun dan donghae oppa ikut kami ke apartementku.
Di mobil aku terus memperhatikan kyuhyun oppa dengan memperhatikan siluet wajahnya
dari samping. Sampai akhirnya dia sadar aku memperhatikannya. “wae?” tanyanya
begitu menengok kearahku. “ah ani.” Ucapku terbata-bata. “wah mi hi.
Jangan-jangan~~.” Ucap eun yo memanasiku. “mwoga?!” ucapku kesal. Semuanya
hanya tertawa melihatku salah tingkah. Di perjalanan aku mencoba mengingat dan
mencerna anak laki-laki itu. Aku mencoba mengingatnya lagi,lagi dan lagi. Aku
berharap ketika ke rumah halmoni nanti aku bertemu dengannya lagi agar tidak
penasaran. “kau memikirkan sesuatu?” tanya kyuhyun oppa melepas lamunanku.
“ngg, ani.” Ucapku singkat. “jangan berbohong padaku.” Ucapnya dewasa. “man,
aku teringat seseorang.” Ucapku polos. “nugu?” seisi mobil bertanya serempak.
“ah ani, hanya masa lalu.” Ucapku malu. “kau menganggapnya sebagai masa lalu?”
tanya kyuhyun oppa pelan. “ne?” tanyaku kaget, semua melihat kearahku. “wae?”
tanya eun yo heran padaku. “ani, ani.” Ucapku terbata-bata. Sekarang kyuhyun
oppa menjadi dingin, entah kenapa. Selama perjalanan pulang dia hanya terus
menatap kearah luar mobil. Dia tidak melakukan apapun kecuali bernafas. Bahkan
ketika jong hoon oppa mengeluarkan lawakannya yang membuat seisi mobil tertawa
dia hanya diam. Sampai akhirnya donghae oppa bertanya. “kyu ah. Waeireoni?”
tanyanya. “ani.” Jawabnya singkat dan dingin.
No comments:
Post a Comment