`mi hi pov
Super junior sudah sampai di Indonesia kemarin, mereka di Indonesia selama 7 hari/1 minggu. 1 hari ketika mereka sampai di pakai untuk istirahat, 1 hari di pakai gladi bersih, dan 1 hari kemudian mereka melakukan konser. Jadi bisa di bilang kita akan bertemu mereka besok! Yey, kau tahu aku sudah menunggu 2 tahun untuk saat seperti ini, walau dulu di Korea aku sering menonton mereka di acara-acara musik stasiun tv tapi kali ini beda, kali ini akan lebih seru karena yang menonton tidak hanya aku, jae hyoon dan eun yo, tapi semua ELF Indonesia yang juga selalu menantikan kedatangan super junior ke negara mereka. Ini memang sesuatu yang membanggakan.
-keesokan harinya-
“mi hi kau lihat jepitanku?” teriak eun yo dari luar kamarku.
“mi hi apa kau juga lihat kunciranku?” teriak jae hyoon.
“molla!” teriakku malas dari dalam kamar, ini hari sabtu dan ini masih pukul 5 pagi, mereka sudah berisik.
“mi hi apa kau juga lihat kunciranku?” teriak jae hyoon.
“molla!” teriakku malas dari dalam kamar, ini hari sabtu dan ini masih pukul 5 pagi, mereka sudah berisik.
“mi hi ah, bangun, apa kau yakin tidak melihat jepitanku?” tanya eun yo kini sudah berada di dalam kamar bersama jae hyoon. “jinjja mollaso!” bentakku di kasur. “kalau begitu bantu kami mencari!” sahut mereka berbarengan. “mwo? Shireo!” aku membulatkan mataku yang agak sipit karena baru bangun tidur. “ayolah~~ mi hikan baik.” Rayu eun yo. “tidak kali ini!” jawabku singkat lalu menarik selimutku untuk menutupi seluruh badanku dan kembali tidur. “mi hi jebal~” jae hyoon ikut merayu. “memang untuk apa sih?” tanyaku kesal. “untuk menonton sushow! Aku mau terlihat baik nanti.” Jawab eun yo dan jae hyoon berbarengan. “mwo?! Sushow itu jam 7 malam!” teriakku. “kami tau! Tak usah kau berteriakpun kami tau itu!” eun yo naik darah. “lalu kenapa harus sibuk di pagi buta seperti ini?!” tanyaku kesal. “akan lebih baik jika di lakukan lebih awal!” jae hyoon menceramahiku. “kerjakanlah berdua, aku tidak peduli masalah penampilan untuk ke sushow!” ucapku akhirnya. “ishhh dasar yeoja malas!” gerutu eun yo. “ya?! Apa kau bilang?!” aku kembali bangun dari tidurku. “eopseo. Kembalilah tidur maaf mengganggu mimpi indahmu.” Eun yo meledekku. “ishhh jinjja! Pakai saja aksesorisku sesukamu!” kataku akhirnya. “ah jinjja? Mi hi gomawo!!” sahut mereka berbarengan lagi. “ishhh cepat keluar!!” teriakku kehilangan kesabaran.“shireo ah~ aku mau mencoba di kamarmu.” Ucap jae hyoon dengan wajah innocentnya. “aishhh terserah!” ucapku sangat kesal.
‘how to keep loving you, naege sincha nege charakae idaeronmal seokotjulinma.’ Hpku berdering tanda ada telepon masuk, dan itu adalah nada dering untuk nomor kyuhyun oppa.
“ngg yeobuseyo?” ucapku dengan suara pelan. “ishh bagian kyuppa yang nelpon suara di lembutin.” Gerutu jaehyoon yang lalu di setujui eun yo. Aku hanya diam tidak menanggapi ocehan mereka.
“ne, yeobuseyo, mi hi ssi?” jawab kyu oppa.
“ne, ada apa?” tanyaku.
“kau baru bangun?”
“ne, hehehe.” Jawabku malu-malu
“apa aku mengganggu tidurmu?”
“ani, aku terbangun karena temanku yang autis itu.” “mwo?!” teriak mereka berbarengan. Aku hanya menaruh telunjukku di bibir untuk menyuruh mereka diam.
“temanmu kompak sekali hehe, apa yang membuat mereka mengganggumu?”
“jepitan dan kunciran.”
“ne?”
“ye, kunciran dan jempitan mereka hilang dan menanyakan padaku di pagi buta seperti ini.”
“memangnya untuk apa?”
“mereka bilang untuk pergi ke sushow.” Kedua orang yang sedang aku bicarakan dengan kyuhyun oppa mulai memasang muka kesalnya.
“wah, itukan masih lama sekali.”
“memang, mereka memang agak gila, bahkan sangat gila.”
“kau ini ada-ada saja hehe, temanmu sampai segitukah untuk bertemu kami? Bilang ini masih terlalu pagi untuk bersiap-siap.” Ucap kyu oppa yang aku loud speak agar kedua makhluk itu bisa mendengar. “ne oppa! Saranghae!” ucap mereka berbarengan lagi, lagi dan lagi.
“oh, hahaha ddo saranghae. Jaljayo mi hi, jae hyoon dan eun yo! Aku akan pergi bersiap-siap dulu.”
“ne oppa! Jaljayo!!” ucap kami bertiga serentak.
“ngg yeobuseyo?” ucapku dengan suara pelan. “ishh bagian kyuppa yang nelpon suara di lembutin.” Gerutu jaehyoon yang lalu di setujui eun yo. Aku hanya diam tidak menanggapi ocehan mereka.
“ne, yeobuseyo, mi hi ssi?” jawab kyu oppa.
“ne, ada apa?” tanyaku.
“kau baru bangun?”
“ne, hehehe.” Jawabku malu-malu
“apa aku mengganggu tidurmu?”
“ani, aku terbangun karena temanku yang autis itu.” “mwo?!” teriak mereka berbarengan. Aku hanya menaruh telunjukku di bibir untuk menyuruh mereka diam.
“temanmu kompak sekali hehe, apa yang membuat mereka mengganggumu?”
“jepitan dan kunciran.”
“ne?”
“ye, kunciran dan jempitan mereka hilang dan menanyakan padaku di pagi buta seperti ini.”
“memangnya untuk apa?”
“mereka bilang untuk pergi ke sushow.” Kedua orang yang sedang aku bicarakan dengan kyuhyun oppa mulai memasang muka kesalnya.
“wah, itukan masih lama sekali.”
“memang, mereka memang agak gila, bahkan sangat gila.”
“kau ini ada-ada saja hehe, temanmu sampai segitukah untuk bertemu kami? Bilang ini masih terlalu pagi untuk bersiap-siap.” Ucap kyu oppa yang aku loud speak agar kedua makhluk itu bisa mendengar. “ne oppa! Saranghae!” ucap mereka berbarengan lagi, lagi dan lagi.
“oh, hahaha ddo saranghae. Jaljayo mi hi, jae hyoon dan eun yo! Aku akan pergi bersiap-siap dulu.”
“ne oppa! Jaljayo!!” ucap kami bertiga serentak.
`jae hyoon pov
Ini sudah jam 8 pagi tapi mi hi masih saja diam di kasurnya. Sudah eun yo coba bangunkan tapi dia tidak melakukan respon apapun. Biarlah, ngg. Kau tahu? Jong hoon oppa mengagetkanku 4 hari yang lalu. Dia datang ke Indonesia tanpa memberitahuku ataupun teman-temanku yang lain. Lalu dia ke arpatement aku, eun yo dan mi hi. Dia memang selalu membuat sebuah kejutan. Karena kejutannya sekarang dia harus tidur di sofa karena tidak ada kamar lagi di arpatement.
“oppa, mau sarapan apa?” tanyaku pada jonghoon oppa yang sedang duduk di sofa baru bangun dari tidurnya.
“apa saja, asal kau yang buat.” Ucapnya sambil tersenyum padaku.
“apa saja, asal kau yang buat.” Ucapnya sambil tersenyum padaku.
Choi jong hoon, namja satu ini bergolongan darah A, tapi kelakuannya sama sekali bukan golongan darah a. Mungkin dia tertular hongki oppa yang bergolongan darah AB hehe. Namja yang di sukai banyak yeoja di seluruh dunia karena kemahirannya dalam permainan gitar dan mungkin karena hidungnya yang lancip dan mukanya yang begitu barat. Haha, aku tahu itu karena banyak juga teman di sekolahku yang merupakan fans dari jong hoon oppa, tanpa mereka mengetahui bahwa aku adalah pacarnya. Hubungan aku dan jonghoon oppa memang tidak banyak yang tahu, hanya orang-orang terdekat kita yang mengetahui hubungan kita berdua. Karena menurut kita, sebuah hubungan tidak perlu di sebar luaskan, cukup sedikit yang tahu tapi kami harus saling percaya.
Sebenarnya ada hal yang aku kurang suka darinya, itu ketika dia bilang bahwa dia ikut dalam acara mnet scandal *ih iklan*. Kenapa dia harus ikut acara seperti itu, belum lagi banyak issue yang ga bener tentang dia. Bahkan waktu itu aku mendengar issue bahwa dia menghamili seorang yeoja, aku sempat marah, tapi dia meyakinkanku bahwa dia tidak melakukan hal kotor seperti itu.
“tadi subuh(?) ada ribut apa?” tanya jong hoon oppa mengagetkanku karena pelukannya yang tiba-tiba dari belakang.
“oppa, aku lagi masak nanti tanganmu kena.” ucapku malu.
“akan sembuh jika kau mengobatinya dengan cinta.” Ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.
“oppa ih gombal, mi hi liat oppa bisa di usir nanti, cepat lepaskan.” Ucapku menyuruhnya melepaskan pelukannya.
“ah keurae, yeoja itu pasti ngamuk.” Jawab jong hoon oppa sambil melepaskan pelukannya.
“pacaran ga usah bawa-bawa nama orang deh.” Mi hi datang mengagetkan aku dan jong hoon oppa.
“eh mi hi noona sudah bangun.” Jong hoon oppa mulai bikin mi hi panas.
“mwo? Bahkan aku lebih muda dari oppa! Kau memanggilku noona?!” dan itu berhasil membuat mi hi panas.
“hahaha, becanda.” Jong hoon oppa tertawa geli melihat ekspressi muka mi hi yang memang membuatku juga geli. *puas banget nih si sasha baca*
“oppa udah ih, nanti arpatement ini ancur hehehe.” Aku ikut memanasi mi hi.
“ishhhh sincharo.” Komen mi hi singkat. Aku dan jong hoon oppapun hanya tertawa melihat kelakuan mi hi yang seperti anak kecil. Lalu mi hi hanya mengambil susu di dalam kulkas dan kembali ke kamarnya.
“jawab, ada apa tadi ribut?” jong hoon oppa kembali menanyakan itu.
“ah itu, kunciranku hilang, aku minta tolong mi hi, eh dia jadi teriak-teriak hehe. Mianhae oppa.” Jawabku menjelaskan.
“mian? Untuk apa?” jong hoon oppa malah bingung.
“kami bertiga pasti mengganggumu tadi.” Jawabku sambil menuangkan makanan yang sudah matang.
“gwenchana.” Ucapnya halus.
“cha, sudah jadi. Silahkan makan.” Ucapku pada jong hoon oppa.
“ne, aku akan menikmati makanannya. Selamat makan.” Ucapnya sambil tersenyum ke arahku. Aku hanya tersenyum senang karena sudah lama sekali aku tidak membuatkannya sarapan, dulu di korea, aku sering ke dorm FT Island untuk membuatkan mereka sarapan, semenjak kepindahanku ke Indonesia, aku tidak tahu siapa yang membuatkan mereka sarapan. Senang bisa melakukan ini lagi.
“say a~” perintah jong hoon oppa sambil menyuapkan sesendok makanan kepadaku.
“aaa, gomawo~” ucapku sambil menutup mulutku karena penuh dengan makanan. Dan lagi lagi jong hoon oppa hanya tersenyum sambil mencium pipi kananku.
“oppa, aku lagi masak nanti tanganmu kena.” ucapku malu.
“akan sembuh jika kau mengobatinya dengan cinta.” Ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di bahuku.
“oppa ih gombal, mi hi liat oppa bisa di usir nanti, cepat lepaskan.” Ucapku menyuruhnya melepaskan pelukannya.
“ah keurae, yeoja itu pasti ngamuk.” Jawab jong hoon oppa sambil melepaskan pelukannya.
“pacaran ga usah bawa-bawa nama orang deh.” Mi hi datang mengagetkan aku dan jong hoon oppa.
“eh mi hi noona sudah bangun.” Jong hoon oppa mulai bikin mi hi panas.
“mwo? Bahkan aku lebih muda dari oppa! Kau memanggilku noona?!” dan itu berhasil membuat mi hi panas.
“hahaha, becanda.” Jong hoon oppa tertawa geli melihat ekspressi muka mi hi yang memang membuatku juga geli. *puas banget nih si sasha baca*
“oppa udah ih, nanti arpatement ini ancur hehehe.” Aku ikut memanasi mi hi.
“ishhhh sincharo.” Komen mi hi singkat. Aku dan jong hoon oppapun hanya tertawa melihat kelakuan mi hi yang seperti anak kecil. Lalu mi hi hanya mengambil susu di dalam kulkas dan kembali ke kamarnya.
“jawab, ada apa tadi ribut?” jong hoon oppa kembali menanyakan itu.
“ah itu, kunciranku hilang, aku minta tolong mi hi, eh dia jadi teriak-teriak hehe. Mianhae oppa.” Jawabku menjelaskan.
“mian? Untuk apa?” jong hoon oppa malah bingung.
“kami bertiga pasti mengganggumu tadi.” Jawabku sambil menuangkan makanan yang sudah matang.
“gwenchana.” Ucapnya halus.
“cha, sudah jadi. Silahkan makan.” Ucapku pada jong hoon oppa.
“ne, aku akan menikmati makanannya. Selamat makan.” Ucapnya sambil tersenyum ke arahku. Aku hanya tersenyum senang karena sudah lama sekali aku tidak membuatkannya sarapan, dulu di korea, aku sering ke dorm FT Island untuk membuatkan mereka sarapan, semenjak kepindahanku ke Indonesia, aku tidak tahu siapa yang membuatkan mereka sarapan. Senang bisa melakukan ini lagi.
“say a~” perintah jong hoon oppa sambil menyuapkan sesendok makanan kepadaku.
“aaa, gomawo~” ucapku sambil menutup mulutku karena penuh dengan makanan. Dan lagi lagi jong hoon oppa hanya tersenyum sambil mencium pipi kananku.
`mi hi pov
Ishhh dua makhluk itu, minta di gorok rupanya mereka berdua. Ahhhh pagi ini benar-benar sibuk, masih pagi sudah harus sabar oleh kelakuan eun yo dan jae hyoon, belum lagi ada jong hoon oppa yang bikin nambah panas suasana. Bingung kenapa banyak banget temen di sekolah ngefans sama dia*di gorok si sasha*.
Aku merebahkan tubuhku di atas kasur nyamanku, melihat kearah langit-langit kamarku yang aku design ada gambar awan-awan. Pikiranku teringat masa kecilku di rumah halmoniku. Teringat saat aku dan eonni pergi ke tempat pemandian air panas hanya berdua lalu ketika pulang kami di marahi oleh halmoni karena kami pergi tanpa pamit. Saat itu memang sedang liburan musim dingin, karena rumah halmoni yang berada di daerah tinggi membuat musim dingin menjadi sangat dingin. Itulah alasan kami pergi ke tempat pemandian air panas, saking semangatnya kami berdua, kami pergi tanpa berpamitan pada halmoni atau haraboji. saat kecil adalah saat paling indah memang. Seorang namja yang umurnya berbeda 3 tahun muncul di pikiranku, namja itu adalah cucu tetangga halmoniku, namja itu punya kaka perempuan, namja itu menarik aku mencoba mengingat-ingat namanya, namanya..... ‘drling’ hpku berbunyi tanda pesan masuk. Ah kyuhyun oppa rupanya.
From : Kyuhyun oppa
mihi a~ kau sedang apa? Panas sekali siang ini. Hehehe
mihi a~ kau sedang apa? Panas sekali siang ini. Hehehe
To : Kyuhyun oppa
annyeong oppa, aku sedang bermalas-malasan di kasurku hehe,
itulah Indonesia, jika tidak panas itu bukan Indonesia hehe
annyeong oppa, aku sedang bermalas-malasan di kasurku hehe,
itulah Indonesia, jika tidak panas itu bukan Indonesia hehe
From : Kyuhyun oppa
hahaha kau sudah mandi?
kau benar juga hehe
hahaha kau sudah mandi?
kau benar juga hehe
To : Kyuhyun oppa
sudahlah, ini sudah sangat siang, tidak mungkin aku belum mandi hehe
oppa sudah makan? Oppa sedang apa?
sudahlah, ini sudah sangat siang, tidak mungkin aku belum mandi hehe
oppa sudah makan? Oppa sedang apa?
From : Kyuhyun oppa
mungkin saja, siapa tahu kau malas hehe
sudah, kau sudah makan?
aku sedang istirahat makan siang hehe
mungkin saja, siapa tahu kau malas hehe
sudah, kau sudah makan?
aku sedang istirahat makan siang hehe
To : Kyuhyun oppa
sudah juga hehe,
aku bosan, apa oppa juga bosan.
sudah juga hehe,
aku bosan, apa oppa juga bosan.
From : Kyuhyun oppa
kau bosan? Kesinilah! Aku juga bosan.
kau bosan? Kesinilah! Aku juga bosan.
To : Kyuhyun oppa
ne? Tapi sushow masih lama.
ne? Tapi sushow masih lama.
From : Kyuhyun oppa
jam 7 kau menjadi ELF, sekarang kau jadi teman mainku. Bagaimana?
jam 7 kau menjadi ELF, sekarang kau jadi teman mainku. Bagaimana?
To : Kyuhyun oppa
ne? Aku berfikir dulu.
ne? Aku berfikir dulu.
From : Kyuhyun oppa
ayolah, jarangkan cowo ganteng kaya aku ngajak main kamu.
ayolah, jarangkan cowo ganteng kaya aku ngajak main kamu.
To : Kyuhyun oppa
ne? Kekekek~ baiklah aku kesana hehe. Tapi apa nanti aku tidak mengganggu?
ne? Kekekek~ baiklah aku kesana hehe. Tapi apa nanti aku tidak mengganggu?
From : Kyuhyun oppa
tidak! J
tidak! J
Tanpa membalas pesannya akupun bergegas mengganti pakaianku lalu pergi ke temat sushow akan di laksanakan. Ku periksa kembali tasku untuk memastikan semua yang kubutuhkan sudah ada di dalam tas. Setelah semuanya kuanggap beres akupun keluar.
“mau kemana kua noona?” jong hoon oppa benar-benar ingin aku gorok. *si sasha mau ngegorok mumut langsung*
“bukan urusanmu, aboji.” jawabku santai.
“mwo? Aboji?” jae hyoon kaget mendengar perkataanku itu.
“ya! Choi mi hi! Neo odiga?” eun yo bertanya sambil menghentikanku mengikat tali sepatu.
“aku mau pergi, nanti juga pulang.” Jawabku santai
“kemana? Sushow malam ini mau kau lewatkan?” eun yo mengingatkan sushow.
“aku bawa tiketku ko, kalau nanti waktuku mepet, aku akan langsung kesana!” jelasku yakin.
“awas loh jangan nyampe ilang!” teriak jae hyoon.
“arraseoyo. Tempat duduk kita bersebelahankan.” Ucapku semangat.
“hati-hati.” Eun yo mengingatkanku.
“ne, eomma! Annyeong heheheh~” ucapku agar mereka berhenti menceramahiku.
“cha, aku pergi dulu. Annyeong!” ucapku akhirnya.
“hati-hati!” ingat jaehyoon lagi. Aku hanya tersenyum lalu membungkuk sopan sebelum keluar arpatement.
“bukan urusanmu, aboji.” jawabku santai.
“mwo? Aboji?” jae hyoon kaget mendengar perkataanku itu.
“ya! Choi mi hi! Neo odiga?” eun yo bertanya sambil menghentikanku mengikat tali sepatu.
“aku mau pergi, nanti juga pulang.” Jawabku santai
“kemana? Sushow malam ini mau kau lewatkan?” eun yo mengingatkan sushow.
“aku bawa tiketku ko, kalau nanti waktuku mepet, aku akan langsung kesana!” jelasku yakin.
“awas loh jangan nyampe ilang!” teriak jae hyoon.
“arraseoyo. Tempat duduk kita bersebelahankan.” Ucapku semangat.
“hati-hati.” Eun yo mengingatkanku.
“ne, eomma! Annyeong heheheh~” ucapku agar mereka berhenti menceramahiku.
“cha, aku pergi dulu. Annyeong!” ucapku akhirnya.
“hati-hati!” ingat jaehyoon lagi. Aku hanya tersenyum lalu membungkuk sopan sebelum keluar arpatement.
Sebelumnya aku sudah menelpon taksi untuk menjemputku dan mengantarkanku ke tempat sushow.
TBC :)
No comments:
Post a Comment